Tetap Bersyukur 1

Juli 29, 2011

Saat pertama kali aku memutuskan untuk kuliah kembali yang berbeda jurusan dengan latar belakang pendidikan S1 sebelumnya (Bimbingan dan Konseling IKIP Negeri Semarang sekarang UNNES) merupakan keputusan yang sangat kontradiktif. Bimbingan Konseling yang memberiku pemahaman tentang individu yang memiliki keunikan dan potensi yang harus dikembangkan telah aku geluti lebih dari sepuluh tahun.
Aku memutuskan kuliah S1 kembali di jurusan Teknologi Informatika yang saat itu belum masuk ke dalam kurikulum menjadi mata pelajaran. Kuliah ini membantu mengembangkan talenta yang aku miliki dan yang jelas membantu membuka wawasan tentang teknologi yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan. Kesulitan?? Wah, banyak dan kadang tidak tahu harus mengurai dari mana. Kuliah hari Senin sampai Jumat mulai pukul 17.00 – 21.00. Tetapi untunglah dosen di STMIK ProVisi Semarang yang rata-rata masih muda sabar mengajar dan teman-teman kuliah yang sangat membantu mengatasi kesulitan. Akhirnya aku bisa menyelesaikan kuliah yang sangat membantuku menjadi guru TIK yang bersertifikasi.
SMPN 2 Semarang tempatku mengajar meraih predikat sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional sehingga ada beberapa mata pelajaran yang disampaikan dengan menggunakan bahasa Inggris termasuk TIK yang saat ini aku pegang. Ini merupakan tantangan yang kesekian kali. Kemampuan bahasa Inggrisku terbilang payah baik teori maupun percakapan. Hal ini dibuktikan waktu diadakan tes TOEFL hasilnya masih di bawah 500. Hasil yang di bawah standar tidak menyurutkan keinginanku untuk bisa lebih baik dalam berbahasa Inggris karena aku menyenanginya sejak siswa SMP.
Aku kembali memutuskan untuk kuliah S2 jurusan bahasa Inggris UNNES. Aku anggap kalau lolos tes berarti aku mendapat kesempatan untuk kuliah tetapi kalau tidak lolos cukup kursus saja. Ternyata aku bisa mendapat kesempatan itu dan berarti ada tantangan baru yang harus aku perjuangkan. Kesulitan lebih dari yang kubayangkan, mulai harus menyimak kuliah dosen yang hampir 100% bahasa Inggris, tugas yang setiap minggu harus dikumpulkan, literatur yang harus dibaca berulang kali agar memahami isinya, persiapan presentasi dan masih banyak lagi kesulitan yang lain. Sekali lagi perlu usaha keras, namun aku patut bersyukur teman seangkatan banyak membantu. Semester 1 bisa aku lewati dengan baik, namun semester 2 ada satu mata kuliah yang mendapat hasil C, kalau harus mengulang ya mesti dijalani dengan lapang dada, sekarang masuk semester 3 tentunya lebih besar lagi tantangannya karena persiapan presentasi dalam progress seminar.
Banyak hal yang sering tidak aku pahami mengapa hal ini terjadi, tapi itulah perjuangan konsekuensi dari sebuah keputusan. Kegagalan harus dicarikan jalan keluar dan aku beruntung bisa mendapat kesempatan ini. Satu hal lagi adalah tetap bersyukur dalam segala perkara.


Indonesia Engkau Kucinta

April 13, 2011

Kami merasa perlu menjunjung Indonesia dengan memulai usaha walau itu hanya ‘setetes embun’.
Ternyata di mana ada usaha di situ ada jalan. Sungguh suatu nikmat yang luar biasa.
Kami sekarang semakin meningkatkan komitmen bersama keluarga untuk ikut mencintai Indonesia secara nyata.
Kami membuka perpustakaan, internet, sanggar tari daerah, dan ketrampilan bagi warga secara gratis. Termasuk kami merintis untuk bea siswa walaupun sangat terbatas.
Kami beri nama ‘JATI SMART HOUSE’ Library, E-learning, and Creativity Center. Mohon dukungan dan bantuan untuk menyelesaikan Websitenya. Salam


Untuk kita renungkan 2

April 1, 2010

Beberapa bulan ini kita disuguhi berita yang berbau ‘uang’ menarik memang tapi membuat miris hati.
Kalau mereka para ‘atasan’ uang rakyat yang ‘dikemplang’ miliaran bahkan triliuan, pasti beda dengan pegawai ‘rendahan’ yang masih ‘rela’ mengumpulkan pecahan seribuan. Para ‘atasan’ yang tidak memberi contoh yang baik, pastilah yang ‘rendahan’ akan menirunya.
Siang tadi sepulang dari mengawasi ujian, aku mampir ke tempat penjilidan di daerah Undip Pleburan. Sambil menunggu aku memperhatikan sekeliling yang hiruk pikuk dengan arus manusia dan kendaraan. Semua tempat foto copy di sana penuh antrian. Tiba-tiba datang seorang lelaki berbaju batik coklat kuning ditutupi jaket hitam, celana panjang hitam, dan memakai topi.
Dia hanya mengatakan, “mbak” lalu penjaga toko datang dan mengulurkan uang 20 ribuan. Tanpa banyak cakap uang itu dikembalikan sebesar 17 ribu. Kemudian dia berlalu dan menghampiri tempat yang lain dengan style yang sama. Rasa penasaran membuat aku bertanya pada sang mbak penjaga.
“Lho mbak kok langsung diberi uang itu untuk apa?”
“Tidak tahu bu yang lain juga dimintai seperti itu”, jawabnya
“Apa setiap hari dan tidak ada tanda terimanya atau karcisnya?’
“Ya”, jawabnya singkat sambil beralih ke pelanggan lain.
“Wah, sehari berapa ratus bahkan mungkin juta rupiah”, gumamku. Mengingat di daerah itu banyak sekali tempat usaha yang didirikan.
Aku berpikir, seandainya itu tadi petugas tapi kenapa tidak ada karcis retribusinya atau kuitansi, terus uang itu disetor ke mana, siapa yang menerima, bagaimana pertanggungjawabannya atau auditnya, dan masih banyak pertanyaan yang berkecamuk di pikiranku tanpa tahu jawabannya.
Sebegitu parahkah bangsa ini akan keberadaban, kebaikan moral bahkan di mana ketaqwaannya ?
Semua cara yang berkaitan dengan ‘uang’ terasa ‘halal’.
Menurutku ini ironis, satu sisi sensitivitas terhadap agama sangat tinggi tapi tidak diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Mari kita renungkan dan cari solusinya. Mestikah aku korek sendiri keterangan dari ‘petugas’ tersebut????


Untuk kita renungkan 1

April 1, 2010

Kemarin aku menikmati naik bis kota, menyenangkan karena tidak penuh sesak, duduk nyaman. Tidak berapa lama, naiklah seorang ibu muda dengan 2 anaknya yang masih balita. Ibu ini tergolong cantik, tinggi dan trendi, dari jilbab sampai celana panjangnya serasi, bahkan sandal pun bermerk, penampilan juga terpelajar. Baru menjemput anak yang sekolah TK. Tanpa sadar aku perhatikan segala kegiatannya sejak dia naik. Aku berkesimpulan ibu ini begitu meperhatikan anak-anaknya. Selain ceria anak-anaknya juga berpakaian rapi dan bersih. Lalu bekal pun dibuka untuk diberikan anaknya. Ada kue dan susu.
Namun…..
dalam sedetik kekagumanku seketika sirna melihat dia buang sampah bekas bungkus makanan tadi secara sembarangan dilempar di dalam bis begitu saja tanpa rasa ‘pekewuh’ dengan lingkungan sekitar. Aku jadi bertanya pada diriku sendiri, bagaimana dengan anak-anaknya apakah mereka juga seperti itu? Bagaimana memberi pengertian tanpa contoh dari orang tua?
Ternyata …….
bangsa ini masih perlu pendidikan dalam segala bidang untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Tuhan, sesama dan lingkungannya. Status sosial tidak menjamin seseorang menyadari akan pentingnya menjaga kebersihan dan lingkungan. Mari kita renungkan dan cari solusinya.
Ah…. mestinya aku punya keberanian untuk menegurnya karena dari satu langkahlah menuju banyak hal.


Laporan Pelaksanaan CMT Kab. Demak

Agustus 11, 2008

Lain ladang lain belalang. Lain daerah lain kondisinya.

Selesai pelatihan CMT dari Kab. Kendal langsung hari Kamis s.d Sabtu tanggal 7 s.d 9 Agustus 2008 Pelatihan CMT di Kab. Demakyang dilaksanakan di SMKN 1 Demak.

Tanggapan yang dingin-dingin saja harus dihangatkan terlebih dahulu agar suasana yang kondusif dapat terjalin antara ST – CMT dan antar CMT itu sendiri. Setelah beberapa saat barulah bisa saling akrab dan pelatihan dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Pelunya support dari Dinas Pendidikan setempat serta koordinasi dan komunikasi dengan para peserta CMT, terutama kelanjutan dari Pelatihan PT mendatang. Peran Pengelola dari Balai TIKP dan ST sangat diharapkan untuk tetap memantau kelanjutan hasil pelatihan CMT ini.

Beberapa peserta CMT ternyata mampu mengembangkan potensi yang dimiliki pada saat presentasi modul. Selain menguasai materi juga sangat gamblang dalam menjelaskan baik dari SD, SMP, SMA, dan SMK. Namun demikian bagi peserta lain perlu meningkatkan kemauan dan rasa percaya dirinya untuk siap menjadi CMT di daerah masing-masing.

Kondisi lain adalah jardiknas tidak berfungsi dengan baik sehingga banyak sekolah yang tidak mengakses program-program yang ada. Cuma dipasang Antenanya tanpa ada tindak lanjutnya. Mohon perhatian Pustekkom. Edukasi.net, TVE, dan BSE perlu ditingkatkan agar isi tidak mengecewakan terutama untuk Guru SD.

Pada akhirnya terima kasih untuk semua, dari Kepala Dinas beserta jajarannya, Kepala SMKN 1 Demak, semua CMT, dan tentu saja Pustekkom yang mengembangkan program ini.

Salam manis,

Dra. Cahyo Kismurwanti


Pelatihan CMT

Agustus 7, 2008

LUAR BIASA !!! Itu kesan pertama yang saya dapatkan. Baik kemampuan
maupun antusias peserta sangat mendukung kelancaran dan pencapaian
pelatihan CMT di Kab. Kendal. Termasuk Dinas Pendidikan Kab. Kendal
yang sangat “welcome” dan memberi support untuk segera menindaklanjuti
ke pelatihan PT nantinya. Pak Ibnu beserta jajaran Dinas Pendidikan
Ka. Kendal, terima kasih.

Peserta yang seharusnya 15 menjadi 20 orang. Semua aktif, inovatif,
antusias dan yang tak kalah pentingnya adalah kerja sama yang baik
antar peserta.

Beberapa kendala dapat teratasi dengan baik, mengingat peserta dari SD
masih perlu dibantu mulai dari pemahaman modul, membuat email dan
blog, serta mengunggah porto folio.

Sharing, diskusi,transformas i informasi dan teknologi sangat
menguntungkan dan dapat semakin dikembangkan. Kami optimis dari para
CMT yang dilatih ini memiliki komitmen yang tinggi untuk melatih PT di
kab. Kendal nantinya.

Pelatihan dilaksanakan di SMKN 2 Kendal selama 3 hari dari hari Senin
s.d Rabu tanggal 4 s.d 6 Agustus 2008.Jadwal menyesuaikan panduan yang
ada. Laporan ini saya tulis bersama-sama dengan peserta pelatihan.

Terima kasih PUSTEKKOM, saya punya kesempatan menjadi Senior Trainer
untuk dapat bertemu dengan banyak orang yang ‘maniak’ komputer di
bidang pendidikan untuk bisa memajukan pendidikan di Indonesia,
khususnya mengembangkan media dan memanfaatkan TIK pembelajaran lewat
jardiknas, edukasi.net, TVE dan media pendukung lain.

Peserta Pelatihan CMT Kab. Kendal :
1 YOSHI RACHMARTDI yoshua1405@yahoo. com
http://checep05. wordpress. com

2 SAWALI sawaltuhusetya@ yahoo.com
http://sawali. info

3 FANDHOLI fandholifan@ yahoo.com
http://fandholi. blogspot. com

4 MUJIYANTA mujiyanta@yahoo. co.id
http://yanta3212. wordpress. com

5 SRI SUCIATI srisuciati@gmail. com
http://desapuguh. blogspot. com

6 AGUS SUWANTO suwanto_agus@ ymail.com
http://agussuwantoa nik.wordpress. com

7 JAITOE ROCHMAN rochmaniac@yahoo. co.id
http://www.rochmani ac.co.nr

8 SUPARDI spd smp2@yahoo.co. id
http://supardismp2. wordpress. com

9 MASRUKIN m_rukhin@yahoo. com
http://vocationalbl og.blogspot. com

10 SUGIARTO goodgie2010@ gmail.com
http://goodgie. blogspot. com

11 BAMBANG MULYANTO bambang_via@ yahoo.com
http://bambangsmkn2 kdl.blogspot. com

12 CIPTO EDI WIBOWO cipto_ediwibowo@ yahoo.com
http://ishalhancip. blogspot. com

13 SETYO NOEGROHO noegroho68@yahoo. com
http://arsiteksmkn2 kendal.blogspot

14 ABDUL JALAL jalal_klw@yahoo. co.id
http://kangjalalklw .blogspot. com

15 SHOFYAN KUSUMA shofyanaan@yahoo. com
http://kangaan. blogspot. com

16 SUBROTO subroto.news@ yahoo.com
http://subiya3. blogspot. com

17 ROHADI rohadidora@yahoo. com
http://rohadikendal .blogspot. com

18 SUNARTO sunarto2050@ yahoo.com
http://narto- kendal.blogspot. com

19 MARSUDIYANTO marsudiyanto1@ yahoo.com
http://marsudiyanto .blogspot. com

20 CAHYO KISMURWANTI cahyo_jati@yahoo. com
( Senior Trainer ) http://cahyojati. wordpress. com

21 SITI ISTIKA KURNIAWATI b_tkps@yahoo. com
( Pengelola ) http://petik- jateng.blogspot. com

alamat weblog cmt petik kendal : http://basti08. wordpress. com

alamat web milist cmt petik Kendal:
http://asia. groups.yahoo. com/group/ cmtpetikkendal

Salam Senior Trainer :
Dra. Cahyo Kismurwanti


History of SMPN 2 Semarang

Juli 6, 2008

A. SEJARAH SMP NEGERI 2 SEMARANG

1. Masa Sebelum Kemerdekaan.

Pada tahun 1920-an di kota Semarang terdapat 2 Sekolah Menengah Pertama yang disebut dengan MULO I (Meer Iutgebreid Lager Onderwijs) yang terletak di jalan Pandean Lamper No. 2 (sekarang jalan Brigjen Katamso No. 14) dan MULO II yang terletak di jalan Pendrikan (sekarang jalan Imam Bonjol). Pendidikan saat itu mengajarkan bahasa Belanda, Inggris, Melayu, Kebudayaan Barat, dan Olah raga intensif.

Pada tahun 1942 saat pendudukan Jepang, MULO I berubah namanya menjadi Dai ichi tyu gakko ( SMP I ) tempat tetap di jalan Pandean Lamper No. 2 untuk kelas 2 dan 3, sedangkan kelas I di jalan Sidodadi Barat (sekarang SMK Negeri 6). Sekolah MULO I mengajarkan bahasa Indonesia, Kyoren (latihan kemiliteran ), dan kesenian.

2. Masa Kemerdekaan sampai sekarang

Setelah kemerdekaaan 17 Agustus 1945 MULO I / Dai ichi tyu gakko berubah nama menjadi SMP I Pandean Lamper, di masa itu pelajar selain belajar menuntut ilmu, juga turut mengangkat senjata. Para pelajar kota Semarang membentuk GASEMSE (Gabungan Sekolah Menengah Semarang).Pada 23 Juli 1951 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan merubah SMP I Pandean Lamper menjadi SMP Negeri 2 Semarang.

Pada tahun 2000 saat dicanangkan Program Pendidikan Dasar 9 tahun , SMP Negeri 2 Semarang berubah menjadi SLTP Negeri 2 Semarang dan pada tahun 2005 berganti lagi menjadi SMP Negeri 2 Semarang hingga sekarang. SMP Negeri 2 Semarang tetap mempertahankan bangunan kuno / asli sebab dinyatakan sebagai bangunan “cagar budaya”.

Tahun 2004 SMP Negeri 2 Semarang ditunjuk sebagai Sekolah Standar Nasional ( SSN ), dan karena prestasinya maka sejak tahun 2006 SMP Negeri 2 Semarang ditunjuk sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional ( RSBI ).

VISI DAN MISI

Visi :

“Berprestasi, bermoral berdasarkan iman dan taqwa serta mampu berkompetisi di tingkat internasional”

( Having good competence, achievement and attitude based on faith and piety to complete with international community )

Misi :

  1. Mengembangkan kurikulum yang luas dan seimbang

To develop the broad and balanced curiculum

  1. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan yang efektif dan inovatif

To do learning and guiding effectively and inovatively

  1. Meningkatkan pengalaman nilai-nilai religius, budaya, dan nasionalisme

To increase the application of religious, culture, and nationalism value

  1. Meningkatkan kemampuan profesional seluruh warga sekolah

To increase the profesional competence of all school member

  1. Meningkatkan lingkungan sekolah yang kondusif

To increase the condusive academic surroundings

  1. Meningkatkan kegiatan pengembangan diri secara optimal

To increase the self development activity optimally

  1. Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai

To increase the quality of education facilities

  1. Membudayakan sikap tiada hari tanpa kompetisi dan prestasi

To develop the motto of no days without competition and achievement

  1. Melaksanakan Manajemen Berbasis Sekolah secara optimal

To do the school Based Management optimally

Motto :

  1. Tiada hari tanpa prestasi dan budi pekerti yang luhur

No days without good achievement and attitude

  1. Tiada siswa yang putus sekolah ( drop out ) karena biaya

No drop out because of financial problems


Profil SMP N 2 Semarang

Juli 2, 2008

DISKRIPSI SINGKAT

SMP NEGERI 2 SEMARANG

SEMARANG – JAWA TENGAH

 

 

            Tiada hari tanpa prestasi dan budi pekerti luhur dan tiada siswa yang drop out karena biaya adalah motto yang menunjang visi Sekolah Menengah Pertama Negeri ( SMP ) 2 Semarang yang ingin menghasilkan lulusan berprestasi tinggi, bermoral, memiliki wawasan luas dan mampu berkompetisi berskala nasional. 

            SMP Negeri 2 Semarang yang terletak di jalan Brigjen Katamso 14 Semarang selain strategis dan mudah dijangkau dari berbagai arah juga memiliki banyak kelebihan dan prestasi. Penunjukkan SMP Negeri 2 Semarang sebagai Sekolah Standar Nasional yang pertama di Semarang membuktikan bahwa SMP Negeri 2 Semarang memiliki kemampuan untuk dijadikan standar bagi sekolah lain di Semarang. Dengan demikian siswa yang berpotensi sangat berminat masuk ke SMP Negeri 2 Semarang sehingga potensi yang dimiliki tetap dapat dikembangkan.

            Secara historis, SMP Negeri 2 Semarang sudah sangat dikenal sejak zaman penjajahan Hindia Belanda dengan sebutan MULO I, yang merupakan pusat pendidikan yang dimiliki pemerintah kala itu. Hal ini dilanjutkan pada waktu pendudukan Jepang bernama Dai ichu tyu gakko dan masa kemerdekaan Indonesia menjadi SMP I Pandean Lamper, kemudian oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dirubah menjadi SMP Negeri 2 Semarang. Hal yang paling menarik adalah bangunan kuno yang ditempati tetap terjaga dan menjadi bangunan bersejarah yang dilindungi sampai saat ini.

            Dengan sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang dimiliki, dukungan komite sekolah dan orang tua, serta lingkungan yang baik sangat mendukung prestasi SMP Negeri 2 Semarang. Selain prestasi akademik, prestasi non akademik pun tidak kalah menonjolnya. Hingga pada tahun pelajaran 2007 / 2008 SMP Negeri 2 Semarang mengukir prestasi sebagai sekolah dengan peringkat 1 negeri dan swasta di kota Semarang. Dan kelebihan yang lain adalah SMP Negeri 2 Semarang memiliki Program khusus Akselerasi yang pertama kali di Jawa Tengah dari tahun 2000 hingga saat ini. Hal ini menambah posisi SMP Negeri 2 Semarang menjadi sekolah favorit di Semarang.

            Sesuai dengan motto di atas, SMP Negeri 2 yang sarat prestasi tetap mengedepankan kepentingan nasional dengan tetap menyelenggarakan pendidikan murah bagi siswa yang kurang mampu apalagi berprestasi melalui subsidi silang baik sebelum ada BOS maupun setelahnya.     Hal ini dibuktikan bahwa siswa SMP Negeri 2 Semarang tidak ada yang mengundurkan diri karena biaya.

            Keberhasilan siswa setiap tahun menjadi tolok ukur kemajuan sekolah, baik output  ( lulusan ) maupun outcome ( siswa yang melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi ).

Dengan demikian tantangan dan persaingan yang dihadapi tidaklah kecil, masih banyak lagi tanggungjawab dan tugas yang harus diselesaikan, masih perlu peningkatan dan kerja keras namun paling tidak SMP Negeri 2 Semarang memiliki komitmen terhadap bangsa ini secara sungguh-sungguh ingin meningkatkan sumber daya manusia Indonesia agar kelak menjadi Tuan di negeri sendiri tanpa kehilangan identitas dan moral bangsa.   


Hello world!

Juni 18, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.